Sunday, November 27, 2011

ABOUT LOVE......

0 komentar


       
      Uhuk uhukπŸ‘»πŸ‘»
    Cinta??? apa sih cinta itu?? Masing-masing kita mungkin beranggapan berbeda untuk menjelaskan apa itu cinta. Terkadang cinta itu seperti duri yang tajam, ya ga??? 😭😭, tapi tak jarang pula cinta itu seperti pelangi yang sangat indah πŸ˜‚πŸ˜‚. Nah, Aku pengen tau nih anda masuk kategori yang mana, apakah Anda adalah salah satu orang yang berhasil dalam cinta, atau anda termasuk orang yang pernah gagal dalam menjalani cinta (orang yang pernah tersakiti / menyakiti)?πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… 
Ok, ayo kita mulai membahas tentang cinta. 
DuhπŸ˜†πŸ˜†




           Bila kita mencintai seseorang entah itu saudara kita, orang tua kita, ataupun teman dekat kita bahkan mungkin pacar kita, tak jarang kita rela untuk berkorban untuk mereka. Kita akan bahagia saat melihat orang yang kita cintai bahagia. Kita akan sedih saat mereka juga sedih.

     
          Pernahkah Anda merasa telah berkorban banyak untuk orang yang kita cintai namun mereka seperti tak memperdulikan kita ataupun tidak melihat keberadaan kita? πŸ’πŸ’πŸ’ Bila iya, coba kita renungkan sejenak apa yang membuat kita bisa dalam keadaan yang demikian. Disini kita bukan mencari SIAPA yang salah tapi lebih ke BAGAIMANA kita memecahkan masalah ini. Memang sakit saat kita sudah memberikan yang terbaik untuk orang yang kita cintai namun keberadaan kita tidak dinggap, namun satu hal untuk anda “Berilah yang terbaik untuk orang yang kita cintai walaupun apa yang kita lakukan tidak diperdulikan olehnya, yang terpenting adalah kita telah memberikan apa yang terbaik untuknya secara ikhlas tanpa mengahrapkan imbalan. Karena cinta itu sesungguhnya tidak mengharapkan pamrih”.

        

         Apakah Anda sedang jatuh cinta saat ini? Pasti detik demi detik di hadapan Anda selalu terbayang orang yang Anda cintai. Menyenangkan memang. Sudah berapa besar atau persenkah Anda mencurahkan cinta Anda dengan pasangan Anda? 50%?100%? Disini Anda perlu menahan sedikit luapan senang anda sejenak untuk menentukan seberapa besar cinta yang Anda curahkan pada pasangan Anda. Satu saran yang mungkin egois tapi mungkin akan sedikit membawa kebaikan yaitu berilah pasangan Anda 50% dari cinta yang Anda miliki. Hal ini bukan berarti kita tidak sepenuhnya cinta kepada pasangan kita. BUKAN! melainkan kita harus bisa mengendalikan perasaan cinta yang ada dalam diri kita karena disini kita juga akan menerima efek dari cinta yang kita rasakan. Coba Anda renungkan bila Anda memberi cinta pada pasangan Anda 100% dan pada suatu saat Anda dan pasangan Anda menemui kegagalan dalam berhubungan entah apapun bentuknya mungkin kita sudah tidak berdaya lagi ibaratnya kita melambung tinggi badan kita ke awan setinggi-tingginya lalu kita terhalang sesuatu dan akhirnya kita jatuh, tentu menyakitkan bukan? begitu pula dengan cinta, Semakin banyak cinta yang kita curahkan pada pasangan kita semakin tinggi juga risiko yang harus kita terima. Maka dari itu tidak ada salahnya kita berikan 50% cinta kita pada orang yang kita cintai dan 50% lainnya kita beri ke saudara kita dan sahabat kita karena bila 50% cinta untuk pasangan Anda hilang, Anda tidak terlalu terpukul dan kita masih bisa disembuhkan dengan keberadaan saudara dan sahabat-sahabat kita . (tapi itu pun kalau kita ga di khianatin teman, saudara sama sahabat juga sih😝ya ga?πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚, tapi jangan sampai ya😣)



         Nah, sekarang terserah anda menganggap apa itu cinta, karena setiap orang mempunyai pandangan berbeda tentang itu. Bagaimanapun cinta anda dan siapapun cinta anda, jangan pernah sia-sia kan keberadaan mereka, karena suatu saat kita akan merasa sedih saat mereka sudah tidak di samping kita (terutama keluarga kita). 😭😭
Ok, sekian untuk blog kali ini.
Sampai jumpa di blog selanjutnya.
See youπŸ’“






Monday, November 21, 2011

HOW TO CHANGE A BLOGGER TEMPLATE

11 komentar
Duh, awalnya memang sulit dan bingung sih gimana cara untuk mempunyai Blogger Template yang keren, tapi setelah dapat tambahan ilmu dari seorang teman, akhirnya aku bisa πŸ˜₯πŸ˜₯

Seperti template yang aku pakai ini, gimana? kerenkan ya? πŸ˜…πŸ˜…
*PD amat yak, Maap maapπŸ™†πŸ™† 
Tapi pertama-tama aku ingin mengucapkan terimakasih buat teman yang udah ajarin ini.
Gomawo yaaπŸ™ŒπŸ™Œ

Nah, ga sabarkan pengen tau gimana caranya??? 
Ayo kita mulai. 
Check this outπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

  1. Buka http://btemplates.com/ nah,, disana ada banyak plihan templatenya, lalu pilih template mana yang anda suka.
  2. Udah dipilih kan?  lalu, klik gambar yang anda pilih. 
  3. Ada pilihan download sama preview kan??? pilih download. Kemudian simpan di folder yang anda suka.
  4. Buka folder yang sudah di download tadi. ( ex: anime daily, foldernya kayak buku bertumpuk-tumpuk gitu.)
  5. Buka filenya, didalamnya juga ada nama folder yang sama kan??? ( ex: anime daily,,, tapi foldernya seperti gambar folder biasa.) Nah, folder itu di klick kanan, pilih yang "extract to the specified folder ", lalu simpan dimana yang mudah anda ingat.
  6. Buka blog anda (kalau anda buka blog, biasanya muncul didasbor kan??), pilih  "rancangan" .
  7. Disana ada "elemen laman", "edit Html" dan "perancang template", pilih yang edit Html.
  8. Tekan yang download template lengkap, tunggu hingga selesai didownload.
  9. Pilih yang "choose file", ambil folder yang sudah kamu simpan tadi.
  10. kalau sudah ketemu filenya, lalu klick open, pilih "unggah", yang ada di samping "choose file" tadi.
  11. Tunggu hingga sampai muncul notifikasi seperti iniπŸ‘‡πŸ‘‡

     
          Jangan khawatir, tinggal pilih "keep widgets", dan selesai deh tahapannya.😻😻
      
Sekarang tinggal liat gimana template keren yang anda pilih tadi ada di blog anda.
Sekian dulu buat blog kali ini.
Semoga  bermanfaat dan juga  semoga anda berhasil dalam mencobanya.
Selamat mencobaπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ   
dan  sampai jumpa lagi di blog selanjutnya.✋✋✋✋

Tuesday, November 15, 2011

BUKITTINGGI

3 komentar
Bukittinggi (Indonesian for "high hill") is one of the larger cities in West Sumatra, Indonesia, with a population of over 91,000 people and an area of 25.24 km². It is situated in the Minangkabau highlands, 90 km by road from the West Sumatran capital city of Padang. It is located at 0°18′20″S 100°22′9″E, near the volcanoes Mount Singgalang (inactive) and Mount Marapi (still active). At 930 m above sea level, the city has a cool climate with temperatures between 16.1°-24.9°C.

A.     HISTORY

The city has its origins in five villages which served as the basis for a marketplace. The city was known as Fort de Kock during colonial times in reference to the Dutch outpost established here in 1825 during the Padri War. The fort was founded by Captain Bauer at the top of Jirek hill and later named after the then Lieutenant Governor-General of the Dutch East Indies, Hendrik Merkus de Kock. The first road connecting the region with the west coast was built between 1833 and 1841 via the Anai Gorge, easing troop movements, cutting the costs of transportation and providing an economic stimulus for the agricultural economy. In 1856 a teacher-training college (Kweekschool) was founded in the city, the first in Sumatra, as part of a policy to provide educational opportunities to the indigenous population. A rail line connecting the city with Payakumbuh and Padang was constructed between 1891 and 1894.
During the Japanese occupation of Indonesia in World War II, the city was the headquarters for the Japanese 25th Army, the force which occupied Sumatra. The headquarters was moved to the city in April 1943 from Singapore, and remained until the Japanese surrender in August 1945.
During the Indonesian National Revolution, the city was the headquarters for the Emergency Government of the Republic of Indonesia (PDRI) from December 19, 1948 to July 13, 1949. During the second 'Police Action' Dutch forces invaded and occupied the city on December 22, 1948, having earlier bombed it in preparation. The city was surrendered to Republican officials in December 1949 after the Dutch government recognized Indonesian sovereignty.


( Picture : Fort de Kock in 1826 )
The city was officially renamed Bukittinggi in 1949, replacing its colonial name. From 1950 until 1957, Bukittinggi was the capital city of a province called Central Sumatra, which encompassed West Sumatra, Riau and Jambi. In February 1958, during a revolt in Sumatra against the Indonesian government, rebels proclaimed the Revolutionary Government of the Republic of Indonesia (PRRI) in Bukittinggi. The Indonesian government had recaptured the town by May the same year.
A group of Muslim men had planned to bomb a cafe in the city frequented by foreign tourists in October 2007, but the plot was aborted due to the risk of killing Muslim individuals in the vicinity. Since 2008 the city administration has banned Valentine's Day and New Year's celebrations as they consider them not in line with Minangkabau traditions or Islam, and can lead to "immoral acts" such as young couples hugging, kissing and not to mention fornicating.

B.     ADMINISTRATION

Bukittinggi is divided in 3 subdistricts (kecamatan), which are further divided into 5 villages (nagari) and 24 kelurahan. The subdistricts are:
1.  Guguk Panjang
2.  Mandiangin Koto Selayan
3.  Aur Birugo Tigo Baleh.

C.     TRANSPORTATION

Bukittinggi is connected to Padang by road, though a dysfunctional railway line also exists. For inner-city transport, Bukittinggi employs a public transportation system known as Mersi (Merapi Singgalang) and IKABE that connect locations within the city. The city also still preserves the traditional horse-cart widely known in the area as Bendi, although the use is limited and more popular to be used as vehicle for tourist, both domestic and foreign.


D.     TOURISM

It is a city popular with tourists due to the climate and central location. Attractions within the city include:

1.        Ngarai Sianok (Sianok Canyon) 


 ( picture : sianok canyon )

2. Lobang Jepang (Japanese Caves) - a network of underground bunkers & tunnels built by    
    the Japanese during World War II



3.        Jam Gadang - a large clock tower built by the Dutch in 1926. 
                Jam Gadang (literally "Massive Clock") is a clocktower and major landmark of the city of Bukit Tinggi, West Sumatra, Indonesia. It is located in the centre of the city, near the main market, Pasar Atas, and is a tourist attraction. There is something unique from this clock. The numbers from the clock are all Roman Number. But the number 4 at the clock is mistakenly as “IIII”, where it must be “IV”. 



              The structure was built in 1926 during the Dutch colonial era, as a gift from the Queen to city's controleur. It was designed by architects Yazin and Sutan Gigi Ameh. Originally a rooster figure was placed on the apex, but it was changed into a Jinja-like ornament during theJapanese occupation of Indonesia. Following Indonesian independence, it was reshaped to its present form resembling traditionalMinangkabaun roofs (see Rumah gadang). It is said to have cost 3,000 Guilder.






4.        Pasar Atas and Pasar Bawah - traditional markets in downtown.


( picture : pasa ateh )
( picture : Mosque in central Bukittinggi )

( picture : btc and pasa bawah )
5.      Taman Bundo Kanduang park and zoo kinantan. 
            




     The park includes a replica Rumah Gadang (literally: big house, with the distinctive Minangkabau roof architecture) used as a museum of Minangkabau culture, and a zoo. The Dutch hilltop outpost Fort de Kock is connected to the zoo by theLimpapeh Bridge pedestrian overpass.




  • Rumah gadang (Minangkabau: "big house") - or more correctly called by Minangkabau people rumah   bagonjong(Minangkabau: "house with horn-like roof") - are the traditional homes (Indonesian: "rumah adat") of the Minangkabau. The architecture, construction, internal and external decoration, and the functions of the house reflect the culture and values of the Minangkabau. A rumah gadang serves as a residence, a hall for family meetings, and for ceremonial activities. With the Minangkabau society being matrilineal, the rumah gadang is owned by the women of the family who live there - ownership is passed from mother to daughter. 




The houses have dramatic curved roof structure with multi-tiered, upswept gables. Shuttered windows are built into walls incised with profuse painted floral carvings. The term rumah gadang usually refers to the larger communal homes, however, smaller single residences share many of its architectural elements.

A government building which contains elements of the rumah gadang style
  • Limpapeh bridge is a bridge in over Ahmad Yani street, Bukittinggi, West Sumatra, Indonesia. This bridge has a length of 90 meters and width of 3.8 meters. Fort de Kock fortification is connected to the Bukittinggi zoo by this bridge.

6. Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta (Museum of Bung Hatta Birthplace) - the house where  
   Indonesian founding father Mohammad Hatta was born, now a museum.









--> Notable nearby destinations include Lake Maninjau and the Harau Valley.

And Now,,,, this is the famous food from BUKITTINGGI😱😱😱😱😱
1. Sanjai


2. Nasi Kapau



What do you think? is it delicious and interesting, right ???
So,,, let's go to this  town... BUKITTINGGI!! πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ